Cara untuk menghadapi pacar yang posesif atau curigaan

Kemana anda pergi dia selalu merasa curiga, anda sedang bertemu dengan temanmu dia menuduh ini itu, walaupun itu sebuah bentuk perhatiaan namun jika itu berlebihan akan sangat menyiksa. Karena ujung-ujungnya pasti akan menimbulkan pertengkaran dari masalah dan hal yang sepele yang sebenarnya bisa dijelaskan dengan logika. Seseorang yang posesif cenderung lebih percaya kepada rasa emosinya dibandingkan alasan yang kita ucapkan. Lihat faktor penyebab pacar posesif dan ciri pacar yang posesif

Cara untuk menghadapi pacar yang posesif atau curigaan
Jika kita menolak sesuatu yang tidak biasa kita lakukan, dia akan marah-marah dan mengait-ngaitkan sesuatu yang padahal kita tidak pernah lakukan, menjadikan kita serba salah, takut bicara, apalagi curhat, sungguh bisa sangat menyiksa dan membuatmu stress. Jika hal ini terjadi kamu tidak akan pernah bisa memaksimalkan kesuksesan yang ingin diraih karena slalu saja ada konflik yang membuatmu sakit kepala, bahkan menjadikanmu orang yang individualis karena susah bersosial dengan orang lain, dirimu seperti orang yang dipenjarakan olehnya. Sekarang waktunya untuk melepaskan diri kita dari "Jeruji Tahanan", jika tidak ingin hubungan berkahir dengannya ada cara lain untuk menghadapi pacar yang  posesif, yaitu :


1. Yakinkan perasaannya dari rasa curiga
Sifat posesif biasanya dipicu oleh rasa tidak aman (insecurity) yang bisa dipicu oleh banyak hal. Kemungkinannya, bisa jadi dia terlalu sayang sama kamu atau di matanya kamu pacar sempurna hingga dia takut sekali kehilangan kamu. Bisa juga dia trauma karena di hubungan terdahulu pernah dikhianati, atau memang karena masalah psikologis lainnya yang membuat pikirannya tidak pernah tenang.

Di sinilah saat kamu harus berbicara serius dengannya dan yakinkan dia bahwa kamu memang sungguh-sungguh berpacaran dengannya, kamu akan selalu berusaha menjadi yang terbaik dan tidak ada niat sedikitpun untuk menyakiti sehingga seharusnya dia tidak perlu khawatir berlebihan. Lakukan ini kalau kamu memang mau menjalani hubungan serius dengannya. Dan kalau sifat posesifnya mengganggu, kamu juga harus memberi tahunya, siapa tahu dia memang tidak sadar atau justru sengaja melakukannya untuk mengekang kamu,

2. Berdiri sendiri dan ambil kelonggaran
Jangan karena rasa sayang, takut, atau males berantem kamu kemudian jadi super nurut dengannya. Super nurut dalam arti kamu mulai berbagi password Facebook, Twitter, e-mail, pin ATM, dan membiarkannya mengecek handphone dan e-mail kamu. Stand up for yourself, man! Everybody needs a little privacy, bahkan pasangan suami dan istri yang sudah menikah berpuluh tahun sekali pun! Jelaskan kenapa kamu membutuhkan space itu. Bisa menjadi diri sendiri dan punya waktu untuk diri sendiri adalah ciri hubungan yang sehat. Terlalu sering bersama juga bisa memicu rasa bosan, bukankah menyenangkan kalau sesekali kalian bisa hang out hanya dengan teman-teman dekat atau keluarga saja?

Jadi jelaskanlah hal ini dengan pacar kamu sehingga dia mulai bisa belajar mengerti. Kamu tidak perlu berbohong atau sembunyi-sembunyi kalau kamu memang ada meeting dengan klien perempuan atau justru mau hang out dengan teman lama yang kebetulan perempuan. Ini salah satu cara menunjukkan sikap kalau kamu jujur karena kamu memang tidak punya intensi apa-apa kepada mereka. Kamu juga tidak harus membalas pesannya terus-terusan dengan segera seperti Customer Service.

3. Kenalkan dia dengan teman-teman kamu
Entah itu teman kantor atau teman main, yang pasti kenalkan dia dengan teman-teman akrab kamu baik yang laki-laki maupun perempuan. Mungkin dia tidak akan ikutan hang out, tapi dengan mengenal lingkungan kamu, dia bisa merasa lebih aman. Tunjukkan juga kalau kamu memang mempunyai pergaulan yang luas bahkan dengan lawan jenis, tapi tidak berarti itu membuat kamu gampang beralih ke lain hati atau sibuk flirting sana-sini. Kamu juga bisa menunjukkan bagaimana kamu menjaga sikap kamu dengan teman-teman perempuanmu. Bisa saja dia justru jadi akrab dengan mereka, kan?

4. Luangkan waktu dan beritahu dia betapa specialnya dia untukmu
Okay, kamu sudah berusaha berkomunikasi dan membangun batas dengan keposesifannya sekarang dan cara lain untuk membuatnya lebih rileks adalah dengan menghabiskan waktu bersama. Go out on a pleasant date, spend some happy time only with the both of you. Kalian bisa liburan atau sekedar masak bareng, keliling kota, olah raga bersama, dan semacamnya. Atau "napak tilas" masa-masa PDKT atau pas awal pacaran dulu bisa jadi sesuatu yang lucu. Lakukan hal-hal seru bersama yang bikin dia happy. A happy mind usually thinks with better sense. Dan ini mungkin juga bisa memupuk rasa percaya pada diri kamu sehingga dia tidak jadi terlalu insecure. Jangan lupa sesekali lemparkan pujian padanya, biar dia ingat kenapa kamu jatuh cinta padanya pertama kali

5. Mengakhiri hubungan dengannya
Kamu bisa saja sudah melakukan segala cara tapi ternyata kepribadian dan cara dia berpikir memang sudah  keras kepala. Kalau dia masih tidak berubah juga dan malah justru semakin insecure dan mengekang, saya rasa kamu berhak mempunyai hubungan yang lebih baik, dewasa, menyenangkan, dan nggak bikin mental kamu capek.

Info Terkait :

Cara untuk menghadapi pacar yang posesif atau curigaan